• All
  • Profil
  • Webhost
gravatar

Rencana Acara “Panas Gandong” di Negeri Aboru


Usai acara pelantikan Bapa Raja Sulaiman Lussy, keempat petinggi gandong BAKH itu menyempatkan diri bermusyawarah. Mereka berencana menggelar acara adat “Panas Gandong”. Acara yang sudah lama tertunda, terlebih setelah kerusuhan melanda Maluku Tengah.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, dicapai kesepakatan bahwa acara “Panas Gandong” kali ini akan diadakan di Negeri Aboru. Secara tentatif jatuh pada tahun ini atau paling lambat pada 2014.

Seiring tujuan utamanya untuk “memanaskan kembali” kekerabatan di antara keempat negeri gandong itu ada pula rencana menggelar semacam lokakarya atau seminar sehari.
Keempat petinggi BAKH itu sepakat bertemu lagi, untuk lebih mematangkan rencana akbar tersebut. Pasalnya, acara yang khas adat orang Ambon itu, tentunya akan menarik masyarakat masing-masing gandong—lokal maupun mancanegara—untuk hadir di Negeri Aboru. Ini bukan perkara kecil, dan butuh dana tak kecil pula.

READMORE...

gravatar

Raja Baru Hualoy Sulaiman Lussy


Kekerabatan antar-negeri di negeri-negeri atau desa-desa asalnya orang-orang Ambon secara umum disebut Gandong. Tak satu pun negeri lepas dari kekerabatan Gandong ini.
NAK pun tergabung dalam kekerabatan serupa. Secara organisatoris sudah lama dikenal dengan nama Perkumpulan BAKH (Booi, Aboru, Kariu, Hualoy). Di antara sesama rayat mereka saling bersapa “gandong”: bermakna kandung atau saudara kandung.
Di samping ritual adat dalam pelantikan tersebut, ada pagelaran drama-tari oleh Anak negeri Hualoy.

Raja Hualoy yang baru Sulaiman Lussy beserta Isteri





Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di tengah-tengah para penari Cakalele





Raja Hualoy Sulaiman Lussy beserta Isteri di dampingi mantan Raja Gandong Hualoy Jafar Hehanusa

Kecuali Raja Negeri Aboru yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan dan diwakili Sekretaris Negeri Aboru, gandong lainnya ikut hadir. Raja Booi Pattiasina dan Raja NAK Herman Pattiradjawane.


READMORE...